tottenham-dapatkan-banyak-kekalahan-di-kandang-sendiri

Tottenham Dapatkan Banyak Kekalahan di Kandang Sendiri

Tottenham Dapatkan Banyak Kekalahan di Kandang Sendiri. Malam Minggu, 29 November 2025, Stadion Tottenham Hotspur kembali menjadi saksi kekecewaan besar bagi tuan rumah. Tottenham Hotspur kalah 1-2 dari Fulham, menambah daftar panjang kekalahan di kandang sendiri yang kini mencapai 10 kali sepanjang 2025 di Premier League. Gol cepat Kenny Tete dan Harry Wilson di awal pertandingan membuat Spurs terpuruk sejak menit-menit pertama, meski mereka sempat membalas lewat gol hiburan di babak kedua. Kekalahan ini bukan hanya poin hilang, tapi juga pukulan moral bagi tim yang kini terjebak di peringkat 10 dengan 18 poin, jauh dari harapan awal musim. Pelatih Thomas Frank, yang baru saja angkat bicara soal “benteng” di kandang, kini harus hadapi sorak boo dari fans setia yang sudah muak dengan rekor home terburuk di liga. INFO CASINO

Jalannya Pertandingan yang Berantakan dari Awal: Tottenham Dapatkan Banyak Kekalahan di Kandang Sendiri

Babak pertama langsung jadi mimpi buruk bagi Tottenham. Hanya empat menit berlalu, Tete membuka skor lewat tendangan melengkung yang membentur bek sebelum masuk gawang. Dua menit kemudian, kesalahan fatal kiper Guglielmo Vicario—yang buru-buru keluar dan salah umpan—memberi Wilson kesempatan emas. Dari jarak 35 meter, winger Fulham itu melengkungkan bola ke gawang kosong, membuat skor 0-2. Spurs, yang menguasai bola 62 persen sepanjang laga, gagal ciptakan peluang berbahaya sebelum turun minum. Fulham, yang sebelumnya cuma punya satu poin tandang musim ini, malah tampil percaya diri, hampir tambah gol lewat sundulan Samuel Chukwueze yang membentur tiang. Boo fans terdengar jelas di jeda, menandai frustrasi atas start terburuk sejak berdirinya stadion baru.

Gol Hiburan dan Pertahanan yang Rapuh: Tottenham Dapatkan Banyak Kekalahan di Kandang Sendiri

Babak kedua, Tottenham bangkit sedikit dengan pergantian taktik Frank, memasukkan Richarlison yang langsung beri energi. Di menit ke-55, striker Brasil itu cetak gol hiburan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti, memanfaatkan umpan longgar dari lini tengah. Skor 1-2 sempat buat fans berharap comeback, tapi pertahanan Spurs tetap bolong. Micky van de Ven memang lakukan tackle heroik untuk selamatkan satu peluang Fulham, tapi secara keseluruhan, tim tuan rumah kebobolan dari set-piece dan counter-attack terlalu mudah. xG (expected goals) Tottenham hanya 0.9 sepanjang laga, terendah kedua di kandang musim ini, sementara Fulham unggul 1.4 meski jarang pegang bola. Kekalahan ini jadi yang keempat dari tujuh laga home, konfirmasi tren buruk yang bikin stadion seluas 62 ribu kursi terasa seperti medan netral.

Reaksi Fans dan Tekanan pada Pelatih

Sorak boo bukan hal baru bagi Tottenham di kandang. Setelah gol kedua, Vicario bahkan diboo setiap sentuh bola, meski Frank segera bela kipernya pasca-laga: “Fans sejati harus dukung satu sama lain, bukan saat lagi susah.” Kekalahan ini tambah tekanan pada Frank, yang baru ambil alih musim panas lalu, terutama setelah 4-1 kalah dari Arsenal pekan lalu dan 5-3 dari PSG di Liga Champions Rabu malam. Fans, yang sudah bayar tiket mahal untuk stadion megah, merasa dikhianati. Ini rekor joint-terburuk: 10 kekalahan home di satu tahun kalender, sama seperti 1994 dan 2003. Bahkan, dari 12 bulan terakhir, Spurs cuma menang tiga kali di Premier League kandang—terburuk di antara 17 tim ever-present.

Kesimpulan

Kekalahan 1-2 dari Fulham ini seperti tamparan keras bagi Tottenham yang sedang goyah. Dengan rekor home yang bikin lawan datang tanpa beban, Spurs kini butuh introspeksi mendalam sebelum laga berikutnya. Frank punya tugas berat: bangun mental tim, perbaiki pertahanan, dan kembalikan kepercayaan fans agar stadion itu benar-benar jadi benteng. Musim 2025-26 masih panjang, tapi tren kekalahan kandang ini bisa jadi batu sandungan besar menuju target Eropa. Bagi Spurs, ini saatnya bangkit atau tenggelam lebih dalam—fans sudah tunggu bukti nyata, bukan janji manis.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *