Mohamed Salah Itu Pahlawan Injury Time Mesir. Mohamed Salah kembali membuktikan dirinya sebagai pahlawan bagi timnas Mesir. Dalam laga pembuka Piala Afrika 2025 melawan Zimbabwe, kapten The Pharaohs itu mencetak gol kemenangan di masa injury time. Gol tersebut mengantarkan Mesir meraih kemenangan dramatis 2-1, sekaligus menghindarkan tim dari hasil mengecewakan di awal turnamen. Pertandingan yang berlangsung di Stade Agadir, Maroko, itu menjadi bukti ketangguhan Salah yang selalu muncul di momen krusial. Meski sempat tertinggal, Mesir bangkit dan menunjukkan dominasi mereka, dengan Salah sebagai penentu akhir. BERITA OLAHRAGA
Jalannya Pertandingan yang Penuh Drama: Mohamed Salah Itu Pahlawan Injury Time Mesir
Mesir memulai laga dengan penuh semangat, langsung mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang. Salah, yang bermain sebagai kapten, aktif di lini depan bersama rekan-rekannya. Namun, justru Zimbabwe yang berhasil unggul lebih dulu melalui Prince Dube pada menit ke-20. Gol itu datang dari serangan balik cepat, membuat para pendukung Mesir terkejut. Meski demikian, tim asuhan Hossam Hassan tidak panik. Mereka terus menekan, menghasilkan puluhan attempts sepanjang babak pertama. Sayangnya, penyelesaian akhir masih kurang tajam, dan skor 0-1 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Mesir semakin agresif. Pergantian pemain dan peningkatan intensitas membuahkan hasil pada menit ke-64. Gol penyama kedudukan dicetak melalui aksi individu brilian, membuat skor menjadi 1-1. Zimbabwe bertahan mati-matian, dengan kiper mereka melakukan beberapa penyelamatan gemilang. Mesir membombardir gawang lawan dengan total lebih dari 30 tembakan, tapi gol kemenangan masih sulit datang. Ketegangan meningkat saat waktu normal hampir habis, dan banyak yang sudah pasrah dengan hasil imbang.
Peran Krusial Mohamed Salah sebagai Pahlawan: Mohamed Salah Itu Pahlawan Injury Time Mesir
Di tengah tekanan itu, Mohamed Salah tampil sebagai penyelamat. Pada menit ke-91, ia menerima bola di kotak penalti dan melepaskan tembakan akurat yang tak bisa dihalau kiper Zimbabwe. Gol itu langsung memicu euforia di kubu Mesir. Salah, yang sepanjang laga bermain penuh konsentrasi, menunjukkan insting pembunuhnya yang khas. Ia tidak hanya mencetak gol penentu, tapi juga aktif menciptakan peluang bagi rekan setimnya. Penampilan ini membuktikan mengapa Salah dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Di usia 33 tahun, ia masih menjadi andalan utama Mesir, terutama di momen-momen sulit seperti injury time.
Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tapi juga dorongan moral bagi tim. Mesir, yang memegang rekor tujuh kali juara Piala Afrika, kini berada di posisi bagus di Grup B. Mereka sejajar dengan tim lain yang juga menang di laga pembuka. Salah sendiri sedang mengejar gelar pertama di turnamen ini, setelah beberapa kali gagal di final atau tersingkir lebih awal. Gol injury time ini menjadi simbol keteguhan Salah, yang selalu bangkit saat tim membutuhkannya.
Prospek Mesir di Turnamen Mendatang
Dengan kemenangan ini, Mesir menatap laga berikutnya dengan percaya diri lebih tinggi. Mereka akan menghadapi lawan-lawan tangguh di fase grup, termasuk pertarungan seru melawan tim kuat lainnya. Pelatih Hossam Hassan menekankan pentingnya fokus dan penyelesaian akhir yang lebih baik. Tim ini memiliki kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda, dengan Salah sebagai pusat permainan. Jika mereka bisa mempertahankan semangat seperti di laga kontra Zimbabwe, peluang lolos ke babak knockout sangat terbuka lebar.
Turnamen Piala Afrika 2025 di Maroko ini menjadi kesempatan besar bagi Mesir untuk menambah koleksi gelar. Mereka belum juara sejak 2010, dan tekanan untuk meraih sukses semakin besar. Penampilan Salah di laga pembuka memberikan harapan bahwa tim bisa melaju jauh.
Kesimpulan
Mohamed Salah sekali lagi membuktikan statusnya sebagai pahlawan injury time bagi Mesir. Gol dramatisnya tidak hanya memberi kemenangan atas Zimbabwe, tapi juga mengawali kampanye Piala Afrika 2025 dengan positif. Di tengah dominasi tim yang sempat terhambat, Salah muncul di saat tepat untuk menyelamatkan hari. Ini adalah contoh klasik dari kemampuan seorang kapten sejati yang selalu siap memberikan yang terbaik bagi negaranya. Dengan semangat ini, Mesir berpotensi menjadi kontender serius di turnamen bergengsi ini. Para penggemar kini menantikan aksi lanjutan dari The Pharaohs dan sang bintang utama mereka.
