Arsenal Lolos Final Carabao Cup Agregat 4-2 atas Chelsea

Arsenal Lolos Final Carabao Cup Agregat 4-2 atas Chelsea

Arsenal Lolos Final Carabao Cup Agregat 4-2 atas Chelsea. Arsenal berhasil melaju ke final Carabao Cup 2025/26 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di leg kedua semifinal di Emirates Stadium pada 3 Februari 2026. Dengan kemenangan agregat 4-2 (setelah menang 3-2 di leg pertama di Stamford Bridge), The Gunners memastikan tempat di Wembley melawan Manchester City pada 22 Maret mendatang. Gol tunggal Kai Havertz di menit ke-97 menjadi penentu dramatis di injury time, saat Arsenal memanfaatkan serangan balik cepat setelah Chelsea menyerang habis-habisan. Ini menjadi final utama pertama Arsenal dalam delapan tahun, menandai langkah penting bagi Mikel Arteta dalam mengakhiri masa paceklik trofi sejak 2020. REVIEW FILM

Konteks dan Persiapan Pertandingan: Arsenal Lolos Final Carabao Cup Agregat 4-2 atas Chelsea

Arsenal datang ke leg kedua dengan keunggulan satu gol agregat. Di leg pertama pada 14 Januari, mereka menang 3-2 di markas Chelsea berkat gol dari pemain seperti Martin Zubimendi dan Viktor Gyokeres. Arteta memasang tim yang cukup kuat dengan formasi 4-3-3, menampilkan kiper David Raya, bek-bek utama seperti William Saliba dan Gabriel, serta Declan Rice dan Martin Odegaard di lini tengah. Kai Havertz, mantan pemain Chelsea yang baru pulih dari cedera, masuk sebagai pengganti.
Chelsea di bawah Liam Rosenior harus mengejar ketertinggalan. Mereka memerlukan kemenangan minimal 1-0 untuk memaksakan perpanjangan waktu. Pelatih memasukkan pemain kunci seperti Enzo Fernandez, Cole Palmer, dan Nicolas Jackson, dengan Robert Sanchez di bawah mistar. Stadion Emirates dipenuhi sekitar 59.000 penonton yang mendukung Arsenal sepenuhnya. Tim tuan rumah memilih pendekatan hati-hati untuk menjaga keunggulan, sementara Chelsea berusaha mengambil inisiatif sejak awal.

Jalannya Pertandingan: Arsenal Lolos Final Carabao Cup Agregat 4-2 atas Chelsea

Babak pertama berjalan ketat dengan sedikit peluang bersih. Arsenal lebih banyak menguasai bola tapi jarang mengancam gawang Sanchez. Chelsea menciptakan beberapa serangan melalui Palmer dan Jackson, namun pertahanan Arsenal yang dipimpin Saliba dan Gabriel berhasil menahan. Kedua kiper hanya melakukan satu penyelamatan masing-masing sepanjang laga. Skor 0-0 hingga turun minum membuat ketegangan semakin tinggi.
Di babak kedua, Chelsea meningkatkan intensitas dan mendorong lebih banyak pemain ke depan. Mereka nyaris mencetak gol penyama agregat, tapi Arsenal bertahan dengan disiplin. Menjelang akhir, Rosenior memasukkan pemain serang tambahan untuk mengejar gol. Chelsea nyaris mencetak gol di menit-menit akhir, namun Arsenal bertahan rapat. Pada menit ke-97, Arsenal melancarkan serangan balik mematikan. Leandro Trossard merebut bola, mengirim ke Declan Rice yang langsung memberikan umpan tarik sempurna ke Havertz. Mantan pemain Chelsea itu dengan tenang mengitari Sanchez dan menceploskan bola ke gawang kosong. Skor menjadi 1-0 di laga dan 4-2 agregat, mengakhiri perlawanan The Blues.

Performa Pemain Kunci dan Analisis

Kai Havertz menjadi pahlawan dengan gol penentu melawan mantan klubnya. Penampilannya sebagai pengganti sangat krusial, menunjukkan ketenangan dan insting tajam di kotak penalti. Declan Rice tampil luar biasa di lini tengah dengan energi tinggi dan distribusi akurat, termasuk assist untuk gol kemenangan. Pertahanan Arsenal solid secara keseluruhan, dengan Saliba dan Gabriel memenangi sebagian besar duel udara dan menutup ruang bagi penyerang Chelsea.
Di kubu Chelsea, Enzo Fernandez mencoba mengancam dengan tembakan dari luar kotak, sementara Palmer dan Jackson berusaha membuka pertahanan tuan rumah. Namun, kurangnya ketajaman di sepertiga akhir menjadi masalah utama. Secara keseluruhan, Arsenal lebih efektif dalam memanfaatkan momen krusial, sementara Chelsea kesulitan menembus pertahanan tuan rumah meski mendominasi penguasaan bola di babak kedua. Kemenangan ini menegaskan kedewasaan skuad Arteta dalam menangani tekanan laga kandang.

Kesimpulan

Kemenangan agregat 4-2 ini membawa Arsenal kembali ke final Carabao Cup dan memberi harapan besar untuk trofi pertama mereka sejak FA Cup 2020. Penampilan disiplin dan momen dramatis Havertz menunjukkan mental juara yang sedang dibangun Arteta. Bagi Chelsea, eliminasi ini menandai akhir perjalanan di kompetisi piala domestik musim ini, meski perlawanan mereka di leg kedua patut diapresiasi. Kini Arsenal menghadapi ujian berat melawan Manchester City di Wembley — pertarungan antara dua tim terbaik Premier League yang berpotensi menentukan arah musim ini. Sukses di semifinal ini juga meningkatkan momentum Arsenal di semua kompetisi yang masih mereka ikuti.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *