saliba-ngeluh-atas-gagalnya-arsenal-dalam-premier-league

Saliba Ngeluh Atas Gagalnya Arsenal dalam Premier League

Saliba Ngeluh Atas Gagalnya Arsenal dalam Premier League. Arsenal kembali jadi sorotan di musim 2025/2026 setelah tiga musim beruntun hanya mampu finis sebagai runner-up di Premier League. Kali ini, bek andalan mereka, William Saliba, tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya atas kegagalan timnya meraih gelar juara. Pemain asal Prancis ini blak-blakan menyuarakan kekecewaannya, menyebut ada sesuatu yang selalu kurang dari permainan The Gunners di momen-momen krusial. Dengan Liverpool yang kini kokoh di puncak klasemen, pernyataan Saliba ini memicu diskusi di kalangan penggemar: apa yang salah dengan Arsenal, dan akankah sang bek tetap setia di Emirates? Mari kita ulas lebih dalam. BERITA LAINNYA

Siapa Itu Saliba
William Saliba, bek tengah berusia 24 tahun, adalah salah satu pilar utama di lini belakang Arsenal. Didatangkan dari Saint-Etienne pada 2019 dengan banderol sekitar Rp470 miliar, Saliba sempat menjalani masa peminjaman di Ligue 1 sebelum akhirnya menjadi pemain kunci di bawah asuhan Mikel Arteta. Musim lalu, ia mencatatkan penampilan gemilang, membantu Arsenal meraih tiga clean sheet dalam tujuh pertandingan awal musim 2025/2026. Duetnya dengan Gabriel Magalhaes di jantung pertahanan The Gunners dianggap salah satu yang terbaik di Premier League. Saliba dikenal karena kemampuan membaca permainan, distribusi bola yang akurat, dan ketenangan di bawah tekanan. Kontraknya yang diperpanjang hingga 2027 menegaskan peran vitalnya, tapi pernyataan terbarunya soal kegagalan tim membuat fans bertanya-tanya tentang masa depannya.

Apa Keluhan Saliba Atas Liverpool
Saliba tak ragu mengungkapkan kekecewaannya atas performa Arsenal yang selalu kalah di langkah terakhir. Dalam wawancara baru-baru ini, ia menyebut bahwa meski Arsenal konsisten berada di papan atas, mereka selalu kehilangan poin di momen penting, terutama saat bersaing dengan Liverpool. Musim lalu, The Gunners finis di posisi kedua, kalah bersaing dengan Liverpool yang tampil dominan di bawah Arne Slot. Saliba menyoroti bahwa timnya kerap kehilangan fokus di laga-laga krusial, seperti hasil imbang melawan Crystal Palace dan kekalahan dari Real Madrid di Liga Champions. “Kami tahu kami bagus, tapi selalu ada yang kurang. Liverpool punya sesuatu yang kami belum punya—konsistensi di momen besar,” ujarnya. Ia juga menyinggung soal kesalahan individu, termasuk blundernya sendiri, seperti saat kehilangan bola yang berujung gol Jean-Philippe Mateta untuk Palace. Saliba menegaskan bahwa Arsenal harus belajar dari Liverpool, yang mampu memanfaatkan setiap peluang dan menjaga ritme permainan hingga akhir musim.

Apakah Saliba Kemungkinan Akan Pindah Tim
Pernyataan Saliba yang kini jadi sorotan memunculkan spekulasi tentang masa depannya. Real Madrid, yang sudah lama mengincarnya, dikabarkan siap mengajukan tawaran besar di bursa transfer musim panas 2026. Namun, Arsenal tampaknya tak akan mudah melepas bek andalannya ini. The Gunners bahkan berencana menawarkan kontrak baru dengan gaji lebih tinggi untuk memagari Saliba dari godaan klub seperti Real Madrid atau PSG. Meski begitu, Saliba sendiri pernah menyatakan komitmennya untuk Arsenal, menyebut Emirates sebagai rumahnya. Tapi, dengan kekecewaan yang terus menumpuk akibat kegagalan meraih trofi, ada kekhawatiran bahwa ia bisa tergoda jika situasi tak kunjung membaik. Di sisi lain, Saliba juga menunjukkan optimisme dengan kehadiran rekrutan baru seperti Viktor Gyokeres, yang ia yakini bisa membawa Arsenal lebih dekat ke gelar. Jadi, meski rumor transfer terus berembus, peluang Saliba pindah sepertinya masih kecil—setidaknya untuk saat ini.

Kesimpulan: Saliba Ngeluh Atas Gagalnya Arsenal dalam Premier League
Kekecewaan William Saliba mencerminkan ambisi besar Arsenal untuk kembali berjaya di Premier League. Meski tiga musim terakhir berakhir tanpa trofi, semangat Saliba untuk memperbaiki diri dan timnya menunjukkan bahwa The Gunners masih punya potensi besar. Keluhannya atas Liverpool bukan sekadar kritik, tapi juga cerminan dari keinginan untuk mengejar konsistensi yang dimiliki sang rival. Dengan skuad yang kian solid dan tambahan pemain baru, Arsenal punya peluang untuk mengatasi kekurangan yang disinggung Saliba. Namun, tekanan kini ada di pundak Mikel Arteta untuk memastikan timnya tak lagi terpeleset di momen krusial. Soal masa depan Saliba, fans Arsenal boleh sedikit lega karena komitmennya masih kuat, tapi klub harus segera membuktikan bahwa mereka bisa mewujudkan ambisi sang bek untuk mengangkat trofi.

 

BACA SELENGKAPNYA DI..

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *