onana-buat-kesalahan-fatal-tapi-masih-dibela-ruben-amorim

Onana Buat Kesalahan Fatal Tapi Masih Dibela Ruben Amorim

Onana Buat Kesalahan Fatal Tapi Masih Dibela Ruben Amorim. Manchester United kembali menjadi sorotan setelah kekalahan memalukan dari Grimsby Town di babak kedua Carabao Cup pada 28 Agustus 2025. Skor berakhir 2-2 di waktu normal, namun MU tersingkir setelah kalah 11-12 dalam drama adu penalti. Andre Onana, kiper utama Setan Merah, menjadi pusat perhatian karena blunder fatal yang memengaruhi hasil pertandingan. Meski begitu, pelatih Ruben Amorim tetap memberikan pembelaan untuk kiper asal Kamerun ini. Apa yang membuat Onana terus mendapat dukungan meski performanya menuai kritik? Artikel ini akan mengupasnya lebih dalam. BERITA BOLA

Siapa Itu Onana
Andre Onana adalah kiper berusia 29 tahun yang bergabung dengan Manchester United dari Inter Milan pada musim panas 2023. Sebelumnya, ia dikenal sebagai penjaga gawang andal di Ajax Amsterdam di bawah asuhan Erik ten Hag, di mana ia membantu tim meraih tiga gelar Eredivisie dan mencapai semifinal Liga Champions 2018/2019. Onana dikenal dengan kemampuan distribusi bolanya yang luar biasa, sering memulai serangan dari belakang dengan umpan-umpan akurat. Gaya bermainnya yang berani dan percaya diri membuatnya jadi salah satu kiper modern yang disegani. Namun, sejak tiba di Old Trafford, performanya tidak konsisten. Meski sering membuat penyelamatan krusial, ia juga kerap melakukan kesalahan yang merugikan tim, membuatnya jadi sasaran kritik fans dan pengamat.

Kesalahan Apa Yang Dibuat Oleh Andre Onana
Dalam laga melawan Grimsby Town, Onana menjadi sorotan karena blunder pada gol kedua tim tuan rumah. Pada menit-menit krusial, ia gagal mengantisipasi umpan silang dengan baik di tengah kotak penalti. Bola liar yang seharusnya bisa diamankan justru lepas dari genggamannya, dan dengan mudah disambar oleh Tyrell Warren untuk membawa Grimsby unggul 2-0. Kesalahan ini memperpanjang daftar blunder Onana di MU, yang sebelumnya juga terlihat dalam pertandingan melawan Nottingham Forest dan Lyon. Misalnya, saat melawan Forest pada Desember 2024, ia salah posisi pada gol Morgan Gibbs-White dan gagal membaca sundulan Chris Wood. Lalu, di laga Liga Europa kontra Lyon pada April 2025, ia gagal menahan tendangan bebas Thiago Almada dan membiarkan bola lepas yang berujung gol penyeimbang di menit akhir. Statistik menunjukkan bahwa sejak musim lalu, tidak ada kiper di Liga Inggris yang lebih banyak membuat kesalahan berujung gol dibandingkan Onana. Blunder di laga Grimsby ini memicu kemarahan fans, dengan tagar #AmorimOut bahkan sempat trending di media sosial.

Kenapa Andre Onana Masih Dibela Oleh Ruben Amorim
Meski Onana kerap jadi kambing hitam, Ruben Amorim terus memasang badan untuknya. Dalam konferensi pers pasca-laga melawan Grimsby, Amorim menegaskan bahwa kekalahan bukan hanya kesalahan Onana, melainkan tanggung jawab seluruh tim. “Ketika Anda kalah dari tim divisi empat, ini bukan cuma soal kiper, tapi semua pemain,” ujarnya. Amorim menilai Onana tetap krusial dalam skema permainannya, terutama karena kemampuan build-up dari belakang yang sesuai dengan visi taktiknya. Ia juga menyoroti sisi positif Onana, seperti penyelamatan gemilangnya di laga-laga sebelumnya, misalnya saat melawan Ipswich Town. Amorim percaya bahwa inkonsistensi Onana dipengaruhi oleh performa tim secara keseluruhan, yang masih beradaptasi dengan gaya bermain barunya. Selain itu, opsi kiper lain seperti Altay Bayindir dan Tom Heaton juga tidak menunjukkan performa yang lebih meyakinkan. Bayindir, misalnya, membuat blunder serupa saat kalah 0-1 dari Arsenal pada Agustus 2025. Amorim juga tampaknya ingin menjaga kepercayaan diri Onana, mengingat tekanan besar yang dihadapi kiper ini dari fans dan media. Dengan bursa transfer musim panas masih jauh, Amorim tampaknya memilih untuk bekerja dengan apa yang dimilikinya saat ini.

Kesimpulan: Onana Buat Kesalahan Fatal Tapi Masih Dibela Ruben Amorim
Kekalahan Manchester United dari Grimsby Town menjadi pukulan telak bagi tim dan memperpanjang krisis kepercayaan terhadap Andre Onana. Blunder fatalnya di laga tersebut menambah daftar panjang kesalahan yang membuat fans semakin frustrasi. Namun, Ruben Amorim tetap setia membela kipernya, menunjukkan pendekatan yang sabar dan fokus pada pembangunan tim jangka panjang. Meski begitu, dukungan ini bisa jadi pedang bermata dua. Jika Onana tidak segera memperbaiki performanya, tekanan pada Amorim untuk mencari kiper baru akan semakin besar. Laga-laga berikutnya, terutama di Premier League dan Liga Europa, akan menjadi ujian berat bagi Onana untuk membuktikan bahwa ia layak mendapat kepercayaan pelatihnya. Bagi MU, ini adalah saat krusial untuk bangkit, atau risiko terpuruk semakin nyata.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *