Carabao Cup Membuat Empat Tim Premier League Gugur. Carabao Cup, atau yang sering disebut Piala Liga Inggris, kembali menghadirkan drama di musim 2025/26. Kompetisi ini dikenal sebagai ajang yang penuh kejutan, dan babak ketiga baru-baru ini membuktikannya dengan gugurnya empat tim Premier League secara mengejutkan. Tim-tama besar seperti Everton, Leicester City, West Ham United, dan Wolverhampton Wanderers harus mengakui keunggulan lawan-lawan mereka, yang sebagian besar berasal dari divisi bawah. Apa yang membuat kompetisi ini begitu spesial? Bagaimana kejutan ini bisa terjadi, dan di mana pertandingan-pertandingan seru ini berlangsung? Mari kita ulas secara ringkas dan jelas! BERITA BOLA
Apa Itu Carabao Cup
Carabao Cup adalah kompetisi sepak bola tahunan di Inggris yang melibatkan klub-klub dari Premier League hingga League Two. Berbeda dengan FA Cup, Carabao Cup hanya diikuti oleh 92 tim profesional dari empat kasta teratas sepak bola Inggris. Kompetisi ini dimulai sejak 1960 dengan nama League Cup dan kini disponsori oleh Carabao, minuman energi asal Thailand. Formatnya menggunakan sistem gugur, dengan pertandingan satu leg hingga babak semifinal, yang kemudian menjadi dua leg. Finalnya sendiri digelar di Stadion Wembley, menawarkan trofi bergengsi dan peluang bagi tim-tim kecil untuk menantang raksasa. Carabao Cup sering jadi ajang rotasi pemain bagi klub besar, tetapi justru di sinilah kejutan sering terjadi, seperti yang kita lihat di babak ketiga musim ini.
Dimanakah Letak Pertandingan Carabao Cup Ini
Babak ketiga Carabao Cup musim 2025/26 berlangsung di berbagai stadion di Inggris, tergantung pada hasil undian yang menentukan tim tuan rumah. Everton, misalnya, menjamu Sunderland di Goodison Park, markas mereka di Liverpool. Sayangnya, Everton kalah 1-2 setelah Sunderland mencetak gol penentu di menit akhir. Leicester City bertanding di Stadion King Power melawan Middlesbrough, tim Championship yang tampil solid dan menang 3-2 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1. West Ham United menghadapi Barnsley di London Stadium, tetapi kalah 0-1 setelah gol tunggal dari pemain muda Barnsley. Sementara itu, Wolverhampton Wanderers tersingkir di Molineux Stadium saat menghadapi Coventry City, yang menang 2-0 dengan permainan disiplin dan serangan balik mematikan. Stadion-stadion ini, yang biasanya jadi benteng kuat bagi tim Premier League, justru menyaksikan kejutan besar ketika tim-tim divisi bawah tampil tanpa beban.
Kenapa Empat Tim Premier League Ini Bisa Gugur Sekaligus di Carabao Cup
Ada beberapa alasan mengapa Everton, Leicester, West Ham, dan Wolves tersingkir di babak ketiga. Pertama, rotasi skuat menjadi faktor kunci. Klub-klub Premier League sering menggunakan Carabao Cup untuk memberikan menit bermain kepada pemain pelapis atau pemain muda. Everton, misalnya, menurunkan beberapa pemain akademi melawan Sunderland, yang ternyata lebih siap secara fisik dan taktikal. Leicester juga melakukan rotasi besar-besaran, tetapi Middlesbrough mampu memanfaatkan kurangnya chemistry di lini tengah tuan rumah. West Ham, meski bermain di kandang, tampak kurang fokus dan gagal menembus pertahanan rapat Barnsley. Wolves, di sisi lain, terlihat kewalahan menghadapi serangan balik cepat Coventry, yang memanfaatkan kesalahan lini belakang.
Kedua, motivasi tim divisi bawah juga berperan besar. Sunderland, Middlesbrough, Barnsley, dan Coventry, yang berasal dari Championship dan League One, melihat laga ini sebagai peluang emas untuk membuat kejutan. Mereka bermain dengan semangat tinggi, tanpa tekanan berlebih, dan berhasil mengeksploitasi kelemahan lawan. Ketiga, jadwal padat Premier League bisa jadi faktor. Dengan fokus utama pada liga dan kompetisi Eropa, tim seperti West Ham dan Wolves mungkin kurang memprioritaskan Carabao Cup, sehingga tampil di bawah performa terbaik. Terakhir, faktor keberuntungan juga tak bisa diabaikan. Gol-gol di menit akhir dan adu penalti sering jadi penentu di kompetisi sistem gugur, dan kali ini keberuntungan berpihak pada tim-tim kecil.
Faktor lain yang patut diperhatikan adalah kualitas tim divisi bawah yang semakin kompetitif. Sunderland, misalnya, sedang dalam performa bagus di Championship, sementara Coventry dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan di laga tandang. Barnsley dan Middlesbrough juga punya pelatih muda yang cerdas dalam menyusun strategi, membuat mereka mampu mengejutkan tim-tim besar. Kejutan ini menegaskan bahwa di Carabao Cup, tidak ada tim yang benar-benar aman, terlepas dari status mereka di liga.
Kesimpulan: Carabao Cup Membuat Empat Tim Premier League Gugur
Gugurnya Everton, Leicester City, West Ham United, dan Wolverhampton Wanderers di babak ketiga Carabao Cup 2025/26 menunjukkan pesona sejati kompetisi ini: tak ada yang pasti. Rotasi skuat, motivasi tinggi tim divisi bawah, dan sedikit sentuhan keberuntungan membuat empat tim Premier League harus menelan pil pahit. Pertandingan yang digelar di Goodison Park, King Power, London Stadium, dan Molineux menjadi saksi bahwa sepak bola Inggris selalu punya ruang untuk kejutan. Kejadian ini juga jadi pengingat bagi klub-klub besar untuk tidak meremehkan lawan, sekaligus membuktikan bahwa Carabao Cup tetap menjadi panggung bagi tim kecil untuk bermimpi besar. Dengan babak berikutnya menanti, akankah ada kejutan lain yang lebih besar? Kita tunggu saja!